FGD PENYALURAN DAK FISIK DAN DANA DESA

WUJUDKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS
KPPN MALANG ADAKAN FGD PENYALURAN DAK FISIK DAN DANA DESA

Kamis, 13 April 2017, bertempat di Aula lantai II KPPN Malang berlangsung acara Focus Discussion Group atau FGD dalam DSC_0010rangka penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa wilayah kerja KPPN Malang. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan BPKAD dari lima Pemerintah Daerah wilayah kerja KPPN Malang yaitu :
1. Kota Malang
2. Kabupaten Malang
3. Kota Batu
4. Kota Pasuruan
5. Kabupaten Pasuruan
Acara dimulai pukul 09.15 pagi yang diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Susanto, Kepala KPPN Malang, bahwa pelaksanaan penyaluran Dana Desa dan DAK Fisik di lima wilayah tersebut di atas mulai tahun Anggaran 2017 disalurkan melalui KPPN Malang dan Kepala KPPN di tunjuk sebagai KPA Penyalur. Untuk Triwulan I KPPN menyalurkan berdasarkan rekomendasi dari Direktorat Pelaksanaan Anggaran.
Aplikasi SPAN, Sakti serta OM SPAN diberdayakan untuk menjaga kelancaran dan meminimalisir kelasahan dalam proses penyaluran dan pelaporan. User dan password OM SPAN akan diberikan kepada operator pemda setelah ada SK Penunjukan pemegang user dan password dari Kepala Pemkab/Kota, dan menyampaikan Surat Permohonan user dan password OM SPAN kepada kepala KPPN. Selanjutnya untuk memastikan kebenaran Nama pemilik dan Nomor Rekening (RKUD) dilakukan rekonsiliasi antra data Rekening yang ada di Pemkab/Kota dengan data Supplier dari SPAN.

Adapun DAK adalah Dana Alokasi Khusus yaitu merupakan dana yang bersumber dari Pendapatan APBN yang dialokasikan pada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Contoh penggunaan DAK Fisik di bidang kesehatan antara lain: rehabilitasi puskesmas, penyediaan alat kesehatan, penyediaan mobil ambulans, dsb.
Sedangkan Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja NDSC_0013egara yang diperuntukkan bagi Desa dan Desa Adat yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaran pemerintahan. Contoh penggunaan Dana Desa antara lain: pavingisasi jalan kampung, plengsengan irigasi, pembangunan pos kamling, bedah rumah warga, pembangunan kamar mandi umum, bantuan PAUD dan TK, bantuan TPQ, dll.

Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa, yang sebelumnya dilakukan oleh Ditjen Perimbangan Keuangan, sekarang dilakukan oleh KPPN di seluruh Indonesia ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan Kementerian Keuangan kepada pemerintah daerah, meningkatkan efisiensi koordinasi dan konsultasi antara pemerintah daerah dengan Kemenkeu, meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi, serta analisis kinerja pelaksanaan DAK Fisik dan dana desa. (By: WM 2017)