FGD EVALUASI PELAKSANAAAN PENYEDERHANAAN/SIMPLIFIKASI SPJ/LPJ PADA SATUAN KERJA, DINAS TEKNIS PEMDA DAN PERWAKILAN MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA KPPN MALANG

Pada Sidang Paripurna tanggal 29 Agustus 2017, Presiden RI menyampaikan bahwa simplifikasi/penyederhanaan SPJ/LPJ tidak berjalan di lapangan dan pertanggungjawaban keuangan masih ribet. Untuk itu, Menteri Keuangan meminta Ditjen Perbendaharaan untuk dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan simplifikasi SPJ/LPJ pertanggungjawaban keuangan di lapangan/daerah.  Terkait dengan hal tersebut diatas, sekaligus memenuhi amanat surat Direktur Pelaksanaan Anggaran No. S-7661/PB.2/2017 tanggal 4 September 2017, KPPN Malang selaku perwakilan Kementerian Keuangan di daerah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada hari Rabu, 6 September 2017 bertempat di Aula Lantai 2 KPPN Malang.

Peserta pada acara FGD evaluasi pelaksanaan penyederhanaan/simplifikasi SPJ/LPJ pada KPPN Malang ini  meliputi perwakilan satuan kerja yang memiliki alokasi anggaran Bantuan Pemerintah, Dinas Teknis Pemda yang memiliki anggaran untuk masyarakat/kelompok masyarakat dan perwakilan masyarakat/kelompok masyarakat penerima Bantuan Pemerintah dan dana APBD, dengan rincian sebagai berikut :

  1. Satuan kerja yang memiliki alokasi anggaran Bantuan Pemerintah
    • Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (637567), Bantuan Pemerintah berupa Beasiswa;
    • Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang (297222), Bantuan Pemerintah berupa Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Program Indonesia Pintar (PIP);
    • PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika Malang (361164), Bantuan Pemerintah berupa Bantuan Operasional;
    • Kantor Kementerian Agama Kota Malang (297350), Bantuan Pemerintah berupa Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Program Indonesia Pintar (PIP);
    • Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Malang (308848), Bantuan Pemerintah berupa Program Indonesia Pintar (PIP)
  2. Dinas Teknis Pemda yang memiliki anggaran untuk masyarakat/kelompok masyarakat
    • Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Kab. Malang
    • Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) Kota Malang
  3. Perwakilan masyarakat/kelompok masyarakat penerima Bantuan Pemerintah dan dana APBD
    • Kelompok Tani Desa Sumbersari – Merjosari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, Bantuan Pemerintah berupa barang (bibit unggul bawang merah)

Acara FGD dimulai dengan sambutan Kepala KPPN Malang, Susanto sekaligus membuka acara FGD ini dan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai simplifikasi LPJ Bantuan Pemerintah melalui implementasi PMK Nomor 173/PMK.05/2016 oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Malang, Sugeng Riadi. Selanjutnya, disampaikan pemaparan mengenai proses penyusunan laporan pertanggungjawaban Bantuan Pemerintah yang dilaksanakan oleh masing-masing satuan kerja dan dinas terkait sekaligus menjabarkan apabila terdapat kendala dalam proses pembuatan LPJ/SPJ tersebut. Pada akhir sesi sebelum dilaksanakan diskusi, disampaikan testimoni dari masing-masing penerima bantuan pemerintah.

Adapun dalam kegiatan FGD ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Proses pelaksanaan SPJ/LPJ Bantuan Pemerintah sesuai dengan PMK173/PMK.05/2016 di wilayah kerja KPPN Malang dirasakan sudah sederhana dan mudah.
  2. Pedoman Umum dan Petunjuk Teknis terkait Bantuan Pemerintah mudah dan tidak ada masalah
  3. Satker selain mengelola Banper dari APBN, juga mengelola dari APBN, menggunakan aplikasi yang berbeda-beda sehingga tidak efektif dan efisien. Apabila dimungkinkan, disusun aplikasi pelaporan yang yang dapat mengakomodir hal tersebut. Disamping itu pula terdapat kendala non teknis dalam pembuatan bukti kuitansi sehingga berdampak pada proses penyusunan LPJ/SPJ.

 

AGUSTUSAN DI BUMI AREMA-HUT KEMERDEKAAN RI KE-72

Sudah 72 tahun Indonesia Merdeka sejak 17 Agustus 1945, bagi sebuah negara usia tersebut merupakan masa kedewasaan untuk menapaki perjalanan Indonesia sebagai negara Demokratis dengan berbagai masa yang sudah dilewatinya. Setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI setiap lapisan masyarakat merayakannya dengan kekhasan masing-masing, namun dengan kemeriahan yang tidak pernah surut, begitu juga segenap personil KPPN Malang. Kali ini peringatan HUT kemerdekaan RI ke-72 dengan tema “Indonesia Kerja Bersama” dipusatkan di salah satu ikon Kota Malang yaitu Alun-Alun.

                Kostum Merah membara menggambarkan semangat seluruh pegawai KPPN Malang untuk terus berkiprah mengisi kemerdekaan ini.  Jumat pagi berkumpul di halaman KPPN Malang untuk melakukan pemanasan bersama dengan Baby Shark Dancing, bergerak menuju Alun-alun Kota Malang, jangan lupa berfoto bersama dengan latar air mancur dan Masjid Jami’ Kota Malang. Lomba pertama menyusun balon huruf , setiap regu harus menyelesaikan susunan kata dengan waktu tercepat. Tentu saja dibutuhkan kerja Tim ! Kerja Tim ! untuk menjadi pemenangnya. Permainan kedua, setiap peserta dalam regu harus bias mengoper “TAS SIMPEL & AKUNTABEL” dari hulu ke hilir. Bergerak ke sisi Utara Alun-alun Kota Malang untuk permainan Tim KPPN Malang tidak terpisahkan oleh regu, dengan mengoper bola dari ujung sampai ujung tanpa putus. Seperti kobaran semangat kami untuk terus mengabdi pada negeri ini, untuk terus berprestasi dalam kiprah kami, tak lupa untuk terus berinovasi dalam hal layanan KPPN Malang yang “Berkomitmen melayani Anda dengan TUNTAS “.

Pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80/PMK.05/2017, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 85/PMK.05/2017, dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99/PMK.05/2017

Dalam rangka peningkatan kinerja pelaksanaan anggaran dan efektivitas belanja Kementerian Negara/Lembaga TA 2017 serta optimalisasi belanja pemerintah, telah disusun pedoman Langkah-langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran 2017 melalui Surat Menteri Keuangan Nomor S-153/MK.05/2017 tanggal 27 Februari 2017. Pemantauan pelaksanaan langkah-langkah tersebut meliputi ketepatan satuan kerja dalam penyelesaian tagihan, kesesuaian satuan kerja dalam melakukan pendaftaran kontrak dan data supplier, kesesuaian satuan kerja menyampaikan penggantian uang persediaan serta kesesuaian pertanggungjawaban TUP dibandingkan rencana TUP. Selain hal tersebut, telah disusun beberapa pengaturan teknis terkait pedoman pembayaran tunjangan kinerja ASN, pembayaran belanja uang lembur dan uang makan lembur bagi pegawai Non ASN, Pramubakti, Satuan Pengamanan, Pengemudi dan Petugas Kebersihan, serta pedoman administrasi pengelolaan hibah

Dalam rangka melaksanakan review atas pelaksanaan anggaran dan mensosialisasikan peraturan terbaru tersebut, Selasa, 22 Agustus 2017 bertempat di Aula Lantai 2 KPPN Malang, telah dilaksanakan Sosialisasi PMK Nomor 80/PMK.05/2017, 85/PMK.05/2017, dan PMK/99/PMK.05/2017 serta evaluasi terhadap pelaksanaan langkah-langkah strategis pelaksanaan anggaran 2017. Sosialisasi ini dilaksanakan dengan mengundang 1 orang Bendahara Pengeluaran dan 1 (satu) orang Operatos SAS Satuan Kerja. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi dengan jadwal sesi pertama dimulai pada pukul 08.00-11.00 WIB dan sesi dua dilaksanakan pada pukul 13.00-16.00 WIB.

Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72

Dalam peringatan hari ulang tahun Indonesia yang ke 72,  KPPN Malang ikut serta merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dengan mengikuti  upacara bendera yang diadakan oleh Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur yang diadakan di halaman Kanwil DJBC Jatim II beralamat Jalan Raden Intan nomor 3 Malang.

Pembina Upacara pada kegiatan ini dipegang oleh Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Jawa Timur Decy Arifinsjah, dengan dihadiri pula tujuh Kakanwil Kemenkeu di wilayah Provinsi Jawa Timur yaitu Kakanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, Kakanwil DJP Jatim I, Kakanwil DJP Jatim II, Kakanwil DJP Jatim III, Kakanwil DJBC Jatim I, Kakanwil DJBC Jatim II, dan Kakanwil DJKN Jatim serta para eselon III, eselon IV, serta pegawai kementerian keuangan sebagai utusan.

Upacara berlangsung cepat lantaran selesai pada pukul 07.40 WIB. Usai upacara Kepala KPPN malang dan para pejabat serta para pegawai KPPN Malang melakukan foto bersama di Booth foto yang sudah disediakan oleh panitia setelah puas berfoto bersama peserta upacara langsung mencicipi hidangan sekaligus beristirahat di Hall Kantor Kanwil DJBC Jatim II.

Acara pun usai semoga semangat yang terpancar dari setiap pegawai bisa membawa perubahan untuk kinerja kemenkeu pada umumnya dan KPPN malang khususnya untuk mensukseskan “Indonesia Kerja bersama “ .

OUTBOND KPPN MALANG RANGKAIAN CAPACITY BUILDING CHAPTER 2 SELOREJO ….KAMI DATANG…!

Bermain tapi bukan main-main. Fun tapi full learning point. Inilah unsure lebih management outbound training yang ditawarkan. Belajar melalui proses mengalami sendiri (outbound training), berinteraksi secara intens sambil belajar dengan rekan sehari-hari dalam pekerjaan melalui simulasi game outbound yang dilakukan di alam terbuka, adalah pengalaman penuh makna.

RANGKAIAN CAPACITY BUILDING CHAPTER 2 KPPN MALANG denganTema “Recharge Your Motivation “ dilaksanakan di Taman Wisata Air Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang pada Hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2017 diikuti seluruh pegawai KPPN Malang, Pegawai Kontrak, danMahasiswa PKL dari D3 PKN STAN.

            Berkumpul di KPPN Malang pukul 07.00 diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta foto bersama, rombongan berangkat menuju Lokasi Taman Wisata Air Selorejo Ngantang tepat pukul 07.30 WIB.

            Sampai di Taman Wisata Air Selorejo, langsung formasi untuk foto bersama, dilanjutkan dengan moving ke Lapangan Rumput Atas untuk memulai kegiatan pertama yaitu berkumpul untuk komitmen “Aku disini bukan siapa-siapa, karena disini aku dan kamu akanb ersatu, Salam Satu Jiwa Arema!!!”. Pemanasan, hal yang tidak boleh dilupakan, tantangan pertama memasukkan tali raffia ke botol plastic dengan tantangan kuatnya angin yang berhembus. Semua anggota regu harus memasukkan tali tersebut satu persatu, setiap regu berlomba untuk yang pertama kali menyelesaikannya. Tantangan kedua adalah mannequin challenge atau dalam bahasa awa “Meneng-menengan”, setiap regu harus bergaya seper titulisan yang ada di kertas yang diambil setiap ketua regu. Meneng-menengan pertama bergaya Punakawan dengan gaya persis bagong, petruk, semar, dan gareng. Gaya kedua “ArtisIbukota”……..nah ini dia, ada yang bergaya Syahrini, Krisdayanti, bahkan ada yang bergaya Titik Puspa. Gaya ketiga adalah “Kelompok Si Unyil” , ingat khan memori masa kecil….ada Pak Raden, BukBariah, Usrok, ada juga lho yang Pak Ogah. Gaya terakhir adalah gaya Srimulat, siapa saja yang ditirukan ?Nunung, Gogon, Mamik, Tarzan. Siapa pemenangnya? Apakah hadiahnya ? Makanan kecil yang disusun seperti trofi! Mantap!

            Outbound training adalah sesuatu bentuk pembelajaran yang menarik dan positif. Outbound training atau manajemen outbound training, training bagi mereka mampu menawarkan solusi untuk mengurai akar dari kekusutan ’benang kerjasa matim’ yang mulai koyak bahkan hamper putus. Sekali putus, berabe sekali efeknya,karena melibatkan banyak pihak yang saling mengait di KPPN Malang.

            Kegiatan diakhiri dengan menikmati Taman Wisata Air Selorejo dengan berperahu mengelilingi danau, sembari mensyukuri atas apa yang telah diraih semua personil selama mengabdi di KPPN Malang, tentu saja untuk harapan yang kami sematkan untuk KPPN Malang selalu… MAJU, JAYA, OK.

RECHARGE YOUR MOTIVATION !

Gugus Kendali Mutu (GKM) KPPN Malang yang dikemas dalam kegiatan bertema “Recharge Your Motivationmerupakan suatu rangkaian Capacity Building Chapter 2 yang diadakan pada hari Jumat, 21 Juli 2017 di Aula KPPN Malang. Kegiatan ini diadakan sebagai wadah untuk meningkatkan softskill pegawai KPPN Malang melalui permainan-permainan yang membutuhkan kerjasama tim.

Permainan yang dilaksanakan pada Capacity Building Chapter 2 bertajukTangkap Saya Dong Bang” serta “Nantikan Aku Sayang” bertujuan untuk meningkatkan kekompakan dan kerjasama antar tim serta memupuk jiwa kepemimpinan seluruh pegawai KPPN Malang, sehingga nantinya kinerja serta kerjasama antar pegawai dalam pelaksanaan tugas dapat menjadi lebih baik . Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah bagi juara pertama dan juara kedua serta foto bersama.

Recharge Your Motivation rangkaian kegiatan untuk memupus rasa jenuh atas rutinitas pekerjaan yang mengakibatkan berkurangnya semangat kerja, sehingga diperlukan adanya suatu penyegaran serta memunculkan kembali semangat “Salam Satoe Jiwa, Arema” bagi para pegawai KPPN Malang. Yaitu semangat yang menandaskan bahwa siapapun yang menjadi bagian dari KPPN Malang tidak peduli latar belakang akan selalu membawa panji KPPN Malang, kapan pun serta dimana pun. Semoga KPPN Malang selalu “MAJU, JAYA, OK” .

 

DEMI LKPP WTP KPPN MALANG ADAKAN BIMTEK PENYUSUNAN DAN TELAAH LAPORAN KEUANGAN K/L SEMESTER I T.A. 2017

Pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan sebagai bentuk pelaksanaan atas amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Sebagaimana Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib menggunakan basis akrual dalam penyajian laporan keuangan. Laporan keuangan yang dihasilkan dari penerapan SAP Berbasis Akrual dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif bagi para pemangku kepentingan, baik bagi para pengguna maupun pemeriksa laporan keuangan.

Proses penyelesaian penyusunan Laporan Keuangan terus disempurnakan dari tahun ke tahun, baik itu dari segi regulasi maupun aplikasi. Sebagaimana telah kita ketahui, untuk pertama kalinya pada Tahun 2016 Laporan Keuangan Pemerintah Pusat memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini tentu merupakan suatu output dari proses panjang dan kerja keras seluruh pihak penyusun Laporan Keuangan, mulai dari level paling bawah hingga  paling atas.

Ke depannya diharapkan opini Wajar Tanpa Pengecualian pada Laporan Keuangan 2016 dapat dipertahankan dan diraih kembali pada 2017. Namun hal ini bukanlah tanpa upaya. Banyak perbaikan dan rekomendasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan dilatarbelakangi hal itu, pada hari Selasa, 11 Juli 2017, KPPN Malang sebagai Kuasa BUN di Daerah menyelenggarakan kembali Bimbingan Teknis Penyusunan dan Telaah Laporan Keuangan K/L Semester 1 Tahun Anggaran 2017. Acara diadakan dalam 2 sesi dan dihadiri kurang lebih 135 satker. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan pemahaman satker akan penyusunan laporan keuangan meningkat sehingga kualitas Laporan Keuangan satker lingkup KPPN Malang dapat semakin andal, akurat dan akuntabel serta tujuan untuk mempertahankan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dapat terwujud. ( By: WM’17 )

Kunjungan Kerja Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur tanggal 13 Juli 2017

Kamis, 13 Juli 2017, Wiwin Istanti, S.E., Ak., M.Laws., Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur yang baru dilantik, mengadakan kunjungan kerja di KPPN Malang. Dalam kunjungan kerja kali ini, Ibu Wiwin, begitu beliau akrab dipanggil, pada pagi hari mengawali kegiatan sebagai keynote speaker pada acara Diklat Penguji Tagihan T.A. 2017 yang diadakan oleh BDK Malang bertempat di BBPP Batu.

Selanjutnya, Ibu Wiwin dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja pada Universitas Brawijaya Malang yang disambut secara hangat oleh rektor UB Malang, Bapak Prof Dr Ir Mohammad Bisri, MS.

Pukul 11.00 WIB, Ibu Wiwin dan rombongan bertolak menuju KPPN Malang untuk bertemu langsung dengan para pegawai KPPN Malang dan sekaligus memberikan pengarahan. Dalam arahannya, Ibu Wiwin mengapresiasi prestasi-prestasi yang diperoleh KPPN Malang sesuai dengan kualitas baik SDM ataupun Sarpras yang dimiliki. Diharapkan, inovasi yang menunjang pelayanan yang semakin baik agar semakin dikembangkan. Tak lupa, Ibu Wiwin menghimbau para pegawai KPPN Malang untuk dapat menggunakan media sosial secara bertanggungjawab dikarenakan pengaruh negatif dari dari penggunaan media sosial sudah semakin mengkhawatirkan. Diminta juga untuk dapat menjaga keluarga dari pengaruh narkotika dan obat obat terlarang dikarenakan dari pengaruh negatif tersebut, Bangsa Indonesia dapat dijajah tidak dengan jalan peperangan. Terakhir, Ibu Wiwin juga mengingatkan agar seluruh pegawai KPPN Malang untuk dapat menghindari kegiatan radikal yang memecah persatuan bangsa. (Yy)

 

KPPN MALANG WUJUDKAN LAYANAN PRIMA DENGAN PRISMA CARD

 Kinerja terbaik wajib kita lakukan sebagai wujud  sumbangsih kita di era pembangunan negeri tercinta ini.” KPPN Malang selaku  kantor pelayanan  di jajaran Kementerian Keuangan diwajibkan memberikan apresiasi kepada stakeholder yang berprestasi,” demikian disampaikan oleh Susanto, Kepala KPPN Malang dalam sambutannya membuka acara Penyerahan Piagam Penghargaan sebagai Satuan Kerja Terbaik Semester I Tahun 2017, Senin, 10 Juli 2017 bertempat di Ruang Rapat Lantai II KPPN Malang.  Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan pemberian apresiasi/reward ini diharapkan dapat menjadi stimulan positif bagi satuan kerja yang lainnya agar dapat lebih meningkatkan kinerjanya pula. Satker yang telah memperoleh reward diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasinya, sedangkan bagi satker yang belum memperoleh penghargaan agar dapat terpacu semangatnya untuk menjadi lebih baik lagi.

Untuk memperoleh penghargaan tersebut, satker harus memberikan kinerja terbaiknya dalam hal:

  1. Kinerja pelaksanaan anggaran;
  2. Rekonsiliasi;
  3. Akurasi perencanaan dana satker (RPD);
  4. Akurasi penyaluran SP2D (retur).

Dari 183 satker di wilayah kerja KPPN Malang, berdasarkan kriteria tersebut di atas diperoleh 6 satker dengan kinerja terbaik yaitu:

  1. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur (567364);
  2. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang (237490);
  3. Universitas Negeri Malang (400074);
  4. Menarmed-2 Divif-1 Kostrad (684871);
  5. Kementerian Agama Kota Malang (299082);
  6. Kementerian Agama Kabupaten Malang (299065).

Ke-6 satker tersebut memperoleh piagam penghargaan, sedangkan khusus untuk satker yang menempati  peringkat 1 s.d. 4 ditambah dengan PRISMA CARD yaitu kartu sebagai tanda bebas antrian di KPPN Malang selama 2 bulan. ( By: WM’17 )

PEKAN PANCASILA

Torehan sejarah memperlihatkan para pendiri bangsa berkolaborasi untuk menyusun dasar negara kita, Indonesia. Tanggal 1 Juni 1945 menjadi awal perumusan tersebut, di mana Presiden Pertama Indonesia mengungkapkan kata Pancasila dihadapan sidang BPUPKI. Selanjutnya dari lima intisari tersebut dirumuskan kembali susunan baru sehingga melahirkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Hingga akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila difinalisasi hingga seperti saat ini.

Pada tahun 2017 ini, Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan peringatan Hari Lahir Pancasila. Bukan hanya satu hari, peringatan ini diadakan dalam bentuk Pekan Pancasila dari tanggal 29 Mei s.d. 4 Juni 2017. Berbagai kegiatan  digelar secara terintegrasi dipayungi satu tema besar, yakni “Saya Indonesia Saya Pancasila”.

Tema tersebut merupakan bentuk ekspresi bersama yang dibawakan dengan cara personal. Mengingatkan kembali bahwa Pancasila tidak hanya sebagai Dasar Negara, tetapi juga jati diri bangsa. Sila-silanya menyatukan segala perbedaan yang ada di Indonesia.  Semua kata yang terkandung di dalamnya merupakan intisari jiwa masyarakat kita.

Tujuan dari penyelenggaraan Pekan Pancasila ini adalah untuk menguatkan dan memperkenalkan ulang dasar-dasar Pancasila, dan untuk menarik minat para generasi muda terhadap Pancasila. Nantinya, diharapkan seluruh komponen bangsa Indonesia dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Narasumber : ARH. Ir.  Mariyono, MSI.(Katim Gumil Rindam V/Brawijaya)

Pancasila ini memberikan pemahaman kepada manusia melalui etika serta memiliki nilai religius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan, keadilan yang mampu menegakkan dan berbiat adil bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali,” jelasnya.

Kehidupan berbangsa dan bernegara di indonesisia saat ini cukup mengkhawatirkan karena masa orde baru pendidikan moral telah di hapuskan yang dampaknya sangat buruk seperti hilangnya etika dan toleransi antar sesama, terjadinya kerusuhan, masyarakat mulai alergi terhadap Pancasila dan lain sebagainya. Ini berakibat kepada para generasi muda saat ini. Untuk itu ajarkan anak-anak kita tentang pentingnya pendidikan moral agar menjadi generasi yang baik bagi bangsa Indonesia ini.

UUD sebagai landasan konstitusional yang merupakan hukum dasar tertulis dan tertinggi serta merupakan puncak dari seluruh peraturan perundang-undangan. Akan tetapi sebaik-baiknya UU tersebut disusun tetap tergantung pada unsur pelaksana UU (kita warga negara). Kemudian sejenak ditampilkan sebuah film tentang sejarah perjuangan dan budaya indonesia yang sudah ada sejak puluhan abad lalu. Film tersebut menjelaskan bahwa  semangat kebangsaan timbul dan meningkat sejak di cetuskannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Kurangnya pemahaman tentang Bhineka Tunggal Ika menyebabkan penonjolan2 individu maupun kelompok yang anarkis seperti yang sering terjadi saat ini. Nilai toleransi yang mau menerima orang lain dapat menimbulkan komunikasi secara baik. NKRI memiliki kedaulatan baik di darat, laut dan udara. Ke-3 wilayah tersebut selalu di pantau dan di jaga agar tidak ada manuver-manuver asing masuk wilayah NKRI terutama yang tidak memiliki ijin resmi untuk masuk ke wilayah Indonesia. Indonesia memiliki nilai kesatuan wilayah, persatuan bangsa, kemandirian yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi pribadi yang mandiri dengan kemampuan sendiri untuk memajukan bangsa menjadi lebih baik di Asia bahkan mancanegara. Acara diakhiri dengan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka “.(as5lang)

Jalan Merdeka Selatan 1-2 Malang